Dari PGSD BINUS ke Panggung Dunia: Kisah Diandra, Peraih Wibowo Award
Menjadi mahasiswa berprestasi bukan selalu tentang mengejar nilai atau penghargaan. Bagi Diandra, perjalanan selama berkuliah di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) BINUS justru dimulai dari keinginan sederhana: menyelesaikan pendidikan dengan sebaik-baiknya dan membalas kesempatan yang telah ia dapatkan.
Perjalanan tersebut kemudian membawanya pada berbagai pencapaian. Diandra menyelesaikan studi di PGSD BINUS dalam waktu 3,5 tahun dengan IPK 3,93 dan predikat summa cum laude. Ia juga berhasil meraih Dean’s List selama tiga tahun berturut-turut, yaitu 2023, 2024, dan 2025.
Tidak hanya di bidang akademik, Diandra aktif mengembangkan passion-nya di dunia paduan suara hingga membawanya tampil di berbagai kompetisi internasional. Puncaknya, pada Wisuda BINUS University, ia menerima Wibowo Award, penghargaan yang diberikan kepada satu wisudawan terbaik dalam setiap periode wisuda yang menunjukkan pencapaian, dedikasi, dan kontribusi luar biasa di bidang akademik maupun non-akademik.
Namun, di balik berbagai pencapaian tersebut, ada cerita tentang bagaimana Diandra belajar menjaga tanggung jawab, berani mengambil kesempatan, dan tidak membiarkan keraguan menghalanginya untuk melangkah.
Tidak Berangkat dari Target Menjadi yang Terbaik
Menariknya, Diandra mengaku bahwa sejak awal kuliah, ia tidak memiliki target untuk mendapatkan IPK setinggi mungkin atau meraih penghargaan tertentu.
Berasal dari keluarga yang menurutnya tidak terlalu berkecukupan, kesempatan untuk berkuliah saja sudah menjadi sesuatu yang sangat ia syukuri. Terlebih, Diandra mendapatkan beasiswa penuh untuk menempuh pendidikan di BINUS.
Karena itu, tujuannya sederhana: menyelesaikan pendidikan, mendapatkan gelar, dan memberikan sesuatu kembali kepada keluarga serta orang-orang yang telah mendukungnya.
“Sebagai bagian dari rasa syukur, aku berusaha melakukan yang terbaik dan memberikan kembali kepada mereka yang mendukung aku,” ungkapnya.
Justru dari sikap tersebut, pencapaian akademiknya terbentuk secara konsisten. Diandra berhasil mempertahankan prestasinya hingga masuk Dean’s List selama tiga tahun berturut-turut dan akhirnya menyelesaikan studi dengan IPK 3,93 dan predikat summa cum laude.
Baginya, prestasi akademik merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai mahasiswa, bukan sekadar sesuatu yang harus dikejar.
Ketika Passion Membuka Pintu ke Dunia Internasional
Di luar akademik, Diandra memiliki passion yang kuat di dunia paduan suara. Ia merupakan putri dari seorang konduktor paduan suara. Ia pun tidak pernah menyangka bahwa kecintaannya terhadap musik akan membawanya begitu jauh.
Kesempatan tersebut membawanya mengikuti berbagai kompetisi dan festival paduan suara internasional, termasuk di Jepang, Italia, serta Jerman dan Austria.
![]() |
![]() |
![]() |
Salah satu pencapaiannya adalah menjadi bagian dari The Winner of 36th Seghizzi Grand Prix dalam 63rd “Seghizzi” International Choral Singing Competition di Italia pada 2026.
Bagi Diandra, kesempatan tersebut bukan sesuatu yang datang begitu saja. Ia melihat setiap kesempatan sebagai sebuah pintu yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.
“Open doors mean bigger responsibilities,” ujarnya.
Karena semakin besar kesempatan yang diterima, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan. Hal tersebut membuat Diandra belajar mengatur waktu dan energi antara kuliah, penelitian, kompetisi, dan kehidupan sosial.
Ia pun harus rela mengorbankan waktu untuk bersantai dan berkumpul bersama teman demi menjalankan tanggung jawab yang sedang menjadi prioritas.
Berani Mengatakan “Yes” pada Kesempatan
Salah satu pengalaman yang paling berkesan selama kuliah adalah kesempatan mengikuti program studi di Kanada melalui Scholarships and Educational Exchanges for Development (SEED) dari Pemerintah Kanada di University of Regina pada 2025.
Menariknya, kesempatan tersebut datang ketika Diandra sudah berada di semester 7. Saat itu, ia bahkan sudah menganggap bahwa kesempatan untuk mengikuti student exchange di jenjang sarjana telah lewat karena harus fokus menyelesaikan skripsi.
Namun, ketika PGSD BINUS membuka kesempatan bagi mahasiswa bidang pendidikan untuk mengikuti program ke Kanada dengan beasiswa penuh, Diandra memilih untuk mencoba.
Ia bahkan masih mengingat bagaimana respons sang ibu ketika mengetahui kesempatan tersebut: langsung mendorongnya untuk mengatakan “yes”.
Pengalaman di Kanada kemudian menjadi salah satu pengalaman yang semakin memperkuat keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang master.
Salah satu hal yang paling berkesan baginya adalah budaya diskusi di kelas. Di sana, mahasiswa didorong untuk menyampaikan pendapat, mengeksplorasi gagasan, dan melakukan refleksi. Menurut Diandra, pendekatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan menjadi sesuatu yang ingin ia bawa kembali ke Indonesia.
Dari Pengalaman Kuliah Menjadi Kontribusi
Pengalaman internasional Diandra tidak berhenti pada student exchange. Ia juga mengembangkan ketertarikannya terhadap pendidikan dan lingkungan melalui penelitian.
Dalam skripsinya, Diandra meneliti bagaimana hidden curriculum dapat memengaruhi perilaku pro-lingkungan pada anak. Ketertarikannya terhadap isu lingkungan semakin berkembang setelah mendapatkan pengalaman belajar mengenai environmental education di Kanada.
Baginya, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk cara manusia berpikir dan bertindak. Karena itu, ia tertarik melihat bagaimana pendidikan dasar dapat membangun kepedulian anak terhadap lingkungan, bukan hanya melalui materi yang diajarkan, tetapi juga melalui lingkungan sekolah, nilai, dan perilaku guru.
Pengalaman penelitian tersebut bahkan membawanya pada kesempatan untuk mempresentasikan dan mengembangkan karya ilmiahnya dalam lingkungan akademik internasional.
Hal ini menunjukkan bagaimana pengalaman yang didapat selama kuliah dapat berkembang menjadi kesempatan baru ketika mahasiswa berani mendalaminya.
Wibowo Award: Bukan Sekadar Penghargaan
Berbagai pengalaman akademik dan non-akademik tersebut akhirnya membawa Diandra menerima Wibowo Award pada saat kelulusannya.
Penghargaan ini diberikan kepada satu wisudawan terbaik dalam setiap periode wisuda BINUS University yang menunjukkan pencapaian dan kontribusi luar biasa, baik di bidang akademik maupun non-akademik, serta membawa nama BINUS di tingkat nasional maupun internasional.
Meski demikian, Diandra justru merasa bahwa dirinya tidak pernah benar-benar mengejar penghargaan tersebut.
Ia bahkan mengaku tidak menyangka akan menerima Wibowo Award.
Baginya, penghargaan tersebut lebih tepat dipandang sebagai refleksi dari perjalanan yang telah ia jalani: konsisten melakukan yang terbaik, bertanggung jawab terhadap kesempatan yang datang, dan berani membuka diri terhadap pengalaman baru.
Jangan Terlalu Banyak Overthinking
Jika ada satu pesan yang paling kuat dari perjalanan Diandra, mungkin itu adalah jangan terlalu banyak overthinking ketika sebuah kesempatan datang.
Ketika ditanya apa yang ingin ia katakan jika dapat kembali ke masa awal kuliah, Diandra menjawab bahwa ia berharap dirinya tidak terlalu banyak memikirkan semuanya.
Menurutnya, seseorang tidak harus mengetahui seluruh jalan yang akan dilalui sejak awal. Yang lebih penting adalah memiliki keberanian untuk melihat kesempatan dan mengatakan “yes” ketika pintu tersebut terbuka.
“The only thing you need is having the heart and having the eyes to actually looking at opportunities, saying yes to open doors,” tuturnya.
Sebab, dari situlah perjalanan, pencapaian, dan berbagai pengalaman baru dapat terbentuk.
Perjalanan Diandra menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak harus memilih antara berprestasi secara akademik atau mengembangkan passion di luar kelas. Keduanya dapat berjalan bersama ketika seseorang mampu menentukan prioritas, bertanggung jawab, dan berani mengambil kesempatan.
Dari ruang kelas PGSD BINUS, pengalaman Diandra membawanya ke Kanada, berbagai panggung internasional, hingga akhirnya meraih Wibowo Award. Namun, yang paling penting dari semua pencapaian tersebut bukanlah penghargaan yang ia kumpulkan, melainkan bagaimana setiap pengalaman membentuk dirinya menjadi pribadi yang terus ingin belajar dan berkembang.
See opportunities. Say yes. Keep growing. That’s PGSD BINUS!







Comments :