Suasana BINUS Kampus Kijang berubah menjadi ruang eksplorasi yang penuh rasa ingin tahu. Puluhan anak datang untuk mengikuti STEAM Day, sebuah kegiatan pembelajaran berbasis sains dan teknologi yang dirancang dan dijalankan sepenuhnya oleh mahasiswa PGSD BINUS, dengan dukungan dan kerja sama dari Rumah MainSTREAM.

Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Science Beyond the Classroom dan Coding for Children. Sebanyak 63 anak terlibat dalam berbagai aktivitas yang mengajak mereka belajar melalui pengalaman langsung, tanpa tekanan, tanpa duduk diam terlalu lama, dan tanpa rasa bosan.

STEAM Day menghadirkan tujuh booth kegiatan yang tersebar di area pelaksanaan. Enam di antaranya berfokus pada sains, sementara satu kegiatan mengenalkan anak-anak pada dasar coding.

Anak-anak diajak membuat ketapel menggunakan sendok dan karet gelang, lalu mengamati hasil lontaran yang mereka buat sendiri. Pada tantangan lain, mereka bekerja dalam kelompok untuk menyusun menara dari plastisin dan tusuk sate, menguji seberapa tinggi dan kuat struktur yang bisa dibangun.

Eksperimen sederhana namun menarik juga terlihat pada kegiatan Puffer Fish Experiment, ketika balon mengembang akibat reaksi baking soda dan cuka. Reaksi spontan dan ekspresi takjub anak-anak menunjukkan bahwa konsep sains bisa dipahami dengan cara yang menyenangkan.

Kegiatan Making Parachute dan Crafting Mini Fan memberi ruang bagi anak-anak untuk berkreasi sekaligus mencoba hasil rancangan mereka. Dari mengamati gerak jatuh parasut hingga melihat kipas mini berputar, anak-anak belajar melalui proses mencoba, gagal, lalu mencoba kembali.

Antusiasme anak-anak juga terlihat dalam Magnet Car Race, saat mereka merakit mobil sederhana menggunakan gelas kertas dan magnet, lalu berlomba bersama teman-temannya. Aktivitas ini tidak hanya melatih pemahaman konsep, tetapi juga sportivitas dan kerja sama.

Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah Coding with Scratch. Dengan pendampingan mahasiswa PGSD BINUS, anak-anak membuat permainan dengan cara menyusun perintah-perintah sederhana. Tanpa disadari, mereka belajar menyusun alur berpikir, memecahkan masalah, dan menuangkan ide ke dalam bentuk digital.

Dalam STEAM Day, mahasiswa PGSD BINUS tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga sebagai perancang dan pelaksana kegiatan. Mereka menyiapkan konsep, alat, alur kegiatan, hingga memastikan setiap anak dapat terlibat secara aktif.

Pengalaman ini menjadi latihan nyata bagi mahasiswa untuk memahami dinamika pembelajaran anak. Mereka belajar kapan harus membantu, kapan perlu memberi ruang, dan bagaimana menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan.

STEAM Day menunjukkan bahwa pembelajaran di PGSD BINUS tidak terbatas pada teori. Melalui kegiatan berbasis praktik seperti ini, mahasiswa dilatih untuk membawa pembelajaran keluar kelas dan menjadikannya relevan dengan kebutuhan anak.

Sains dan coding tidak lagi terasa abstrak, tetapi hadir sebagai pengalaman yang dekat, seru, dan bermakna.

Bagi kamu yang tertarik pada dunia pendidikan, STEAM Day memberikan gambaran bahwa kuliah di PGSD BINUS bukan hanya tentang buku dan tugas tertulis. Di sini, mahasiswa belajar merancang pengalaman belajar, bekerja dalam tim, serta membangun empati terhadap siswa.

STEAM Day menjadi salah satu bukti bahwa menjadi guru di masa kini membutuhkan kreativitas, fleksibilitas, dan keberanian untuk mencoba pendekatan baru.

Ingin tahu kegiatan menarik lainnya di PGSD BINUS?
Ikuti update kami dan temukan pengalaman belajar seru di PGSD! 🎓✨