Efek Negatif Video Game

Video game bisa menjadi hobi rekreasi yang sangat baik. Kecanduan video game dapat menyebabkan sejumlah masalah. Efek negatif dari video game termasuk dampak pada pikiran kita, hubungan tubuh, efisiensi kerja, dan lainnya.

Sangat penting untuk diingat bahwa video game pada dasarnya tidak jahat. Banyak efek negatif dari permainan komputer terjadi dari penggunaan yang ekstrim dan juga kecanduan. Di bawah ini adalah efek buruk dari video game:

A. Ketergantungan Dopamin

Pengkabelan insentif di otak Anda hanyalah salah satu faktor permainan komputer yang menyenangkan. Pikiran Anda melepaskan neurotransmitter yang disebut dopamin, yang mengatur sensasi kenikmatan dari video game. Ketika tugas dopamin berlangsung di nucleus accumbens, fasilitas kenikmatan pikiran Anda, Anda benar-benar merasakan kenikmatan.

Saat Anda bermain game komputer, pikiran Anda melepaskan pasokan dopamin terus menerus, dengan semburan acak berkala. Secara bertahap, otak Anda memanfaatkan pasokan dopamin yang konstan ini, dan nukleus accumbens membutuhkan lebih banyak pelepasan dopamin agar game terasa menyenangkan. Itu mencegah Anda menikmati apa pun yang tidak sepopuler permainan komputer.

Juga jika Anda mencoba menyediakan game, pikiran Anda akan menarik Anda ke bentuk kegembiraan lain, seperti berselancar di YouTube atau menggulir melalui media sosial. Jika Anda membiarkan rutinitas permainan video Anda lepas kendali, ini adalah kemungkinan yang nyata.

B. Pengurangan Motivasi

Berbeda dengan core accumbens, kita tidak bisa memetakan sirkuit kemenangan ke otak dengan cepat. Itu tidak berpusat pada satu komponen otak– itu hanya pola dasar psikologi serta kognisi yang penting bagi manusia.

Sirkuit kemenangan membuat kami merasa luar biasa ketika kami mengatasi rintangan. Dalam biologi evolusioner, ada cerita kuat tentang menjelajah ke tempat yang tidak diketahui, menemukan sesuatu yang berharga, mengatasi beberapa jenis masalah, dan setelah itu membawanya kembali ke masyarakat. Itu telah membentuk psikologi sosial– kita sebagai manusia menghargai orang-orang yang menaklukkan rintangan.

Video game sebenarnya telah meretas sirkuit ini. Apa yang kita inginkan dari video game biasanya benar-benar sebanding dengan apa yang kita inginkan dari kehidupan. Akibatnya, kemampuan seseorang untuk melibatkan sirkuit pencapaian bertahan ketika mereka hanya dapat melibatkannya dengan video game.

C. Penekanan Emosional

Ketika kita mengalami kekhawatiran, keprihatinan, belas kasihan, atau berbagai emosi negatif lainnya, amigdala menjadi energik. Amigdala adalah bagian dari pikiran yang mengatur perasaan buruk ini. Hal ini juga penting untuk kita belajar sirkuit karena menghasilkan link ke hippocampus, pusat pembelajaran di otak kita. Namun, penelitian fMRI sebenarnya telah menunjukkan bahwa jika kita mulai bermain game komputer saat amigdala kita aktif, amigdala menjadi dingin. Hasil dari ini adalah dua kali lipat:

  1. Pengurangan konstan dari emosi yang tidak menguntungkan dapat menyebabkan kondisi yang disebut alexithymia. Individu alexithymic merasa sulit untuk mengidentifikasi emosi yang mereka rasakan.
  2. Amigdala adalah bagian inti dari penemuan kabel. Pengalaman-pengalaman yang menyiksa terpatri dalam ingatan kita, dan kita mengambilnya dari situ. Namun, individu merasa sulit untuk berhenti bermain video klip karena amigdala mereka tidak membuat hubungan dengan hippocampus mereka secara efisien. Mereka tidak menemukan dari pengalaman menyakitkan menahan diri untuk tidak berprestasi baik di perguruan tinggi atau di tempat kerja. Kabel pengetahuan mereka disabotase, dan akhirnya menjadi sulit bagi mereka untuk berhenti bermain game.

D. Pemutusan Hubungan Sosial

Pemutusan hubungan sosial adalah masalah aktual dalam komunitas video game. Dari semua hasil negatif video game, yang satu ini banyak disebut-sebut. Kami memainkan game multipemain, kami jarang terhubung dengan orang-orang di game kami. Beberapa lingkungan jauh lebih mendukung komunikasi manusia yang asli daripada yang lain. Bagaimanapun, itu adalah pengecualian. Isolasi bisa sangat merusak kesehatan mental Anda. Evolusi tidak merancang manusia untuk menjadi hewan tunggal. Kami makmur dalam kelompok di mana kami dapat saling mendukung.

E. Akademik yang Buruk

Orang yang bermain video game terlalu sering merasa sulit untuk fokus pada pekerjaan atau institusi mereka. Agak biasa untuk beralih ke video klip game ketika kinerja Anda di lokasi ini bertahan.

Sebuah penelitian longitudinal dan juga cross-sectional remaja di sekolah menengah mengungkapkan hubungan negatif dari screen time dengan prestasi sekolah satu tahun kemudian, terlepas dari tugas fisik, usia, jenis kelamin, serta kondisi sosial ekonomi mereka. Ini menunjukkan hubungan antara permainan yang ditingkatkan serta kinerja akademis yang buruk.

Anda dapat memiliki perilaku bermain yang sehat dan seimbang serta tetap mempertahankan kinerja yang luar biasa di sekolah atau tempat kerja. Namun karena cara permainan memengaruhi otak Anda, jauh lebih mudah untuk melepaskan diri Anda sendiri di dunia digital setelah itu untuk mencoba menghadapi kesulitan dalam kehidupan nyata. Misalnya, beberapa anak, serta orang dewasa muda, mulai bermain game karena mereka temukan area yang tidak menilai mereka dari sejarah sosial-ekonomi atau penampilan fisik mereka. Mereka terpaku pada area ini dan juga mulai acuh tak acuh dalam efisiensi mereka di sekolah, yang mengakibatkan nilai mereka terpukul.

Suwarno, S.Si., M.Pd.