Integrasi Transdisipliner STEM (I)

1. Pendahuluan

STEM adalah integrasi ilmu (Science), teknologi (Technology), teknik (Engineering) dan matematika (Mathematics) yang berhubungan dengan tenaga kerja dan pengalaman hidup sehari-hari. Pendidikan STEM disediakan untuk mencapai tujuan pendidikan yang mempersiapkan orang untuk kehidupan masa depan dan tenaga kerja. Ada sejumlah pendekatan yang telah diadopsi dalam konteks pendidikan yang berbeda, yang melibatkan kontribusi tunggal atau multidisiplin untuk kegiatan STEM (Pimthong & Williams, 2018). Pendidikan STEM menekankan penerapan pengetahuan untuk masalah-masalah dunia nyata, akibatnya cenderung mendukung pemikiran kritis, pemecahan masalah, dan kreativitas (Machuve & Mkenda, 2019). Tujuan mempromosikan pendidikan STEM ada dua yaitu di satu sisi, mempromosikan literasi ilmiah kaum muda dan di sisi lain, menarik kaum muda dalam pendidikan menengah dan tinggi untuk mengejar profesi ilmiah dan teknis dan/atau karier penelitian (Dreessen & Schepers, 2019). Pendidikan STEM diakui sebagai prioritas utama pendidikan di seluruh dunia dan pengajaran dan pembelajaran berbasis inkuiri diidentifikasi sebagai pendekatan yang menjanjikan. Untuk melibatkan siswa secara efektif dalam tugas-tugas inkuiri, bimbingan yang tepat harus disediakan, biasanya dengan menggabungkan alat digital seperti laboratorium online dan alat pemodelan (Sergis et al., 2019).

Beberapa studi telah melaporkan efek positif dari pendidikan STEM terintegrasi pada prestasi siswa dalam mata pelajaran STEM, sikap dan minat mereka di sekolah dan motivasi mereka untuk belajar. Penelitian sebelumnya telah mengidentifikasi dua kategori karakteristik luas yang memengaruhi implementasi program pendidikan, kurikulum, atau strategi pengajaran yaitu karakteristik tingkat guru dan karakteristik kontekstual dari latar belakang pengajaran (Thibaut et al., 2018). STEM adalah pendekatan pengajaran dan pembelajaran yang melibatkan penerapan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai STEM untuk memecahkan masalah kehidupan nyata dalam konteks kehidupan sehari-hari, masyarakat, dan lingkungan. Pendekatan ini mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menjelajahi lingkungan melalui penyelidikan dan memecahkan masalah yang terkait dengan situasi dunia nyata untuk mengembangkan praktik STEM (Ng & Adnan, 2018).

Praktik dari sains dan teknik, matematika dan teknologi menyatu bersama di bawah payung praktik pembelajaran STEM. Bagian-bagian yang akan diikuti membandingkan setiap praktik di seluruh bidang studi STEM. Tujuan dari praktik-praktik ini adalah untuk mendukung pembelajaran, dan untuk melakukannya dalam citra otentik bagaimana para ahli dalam suatu disiplin ilmu benar-benar bekerja. Ketika siswa belajar praktik sains, mereka memahami bagaimana sains bekerja, bagaimana melakukan sains, dan bagaimana para ilmuwan menyelidiki dan menjelaskan fenomena alam; ketika siswa belajar praktik matematika, mereka memahami cara kerja matematika, cara mengerjakan matematika, dan bagaimana ahli matematika berpikir untuk menyelesaikan masalah; ketika mereka mempelajari praktik-praktik teknik, mereka belajar bagaimana teknik bekerja, apa yang dilakukan insinyur, dan bagaimana insinyur berinteraksi dengan dunia; dan ketika siswa mempelajari praktik teknologi, mereka memahami bagaimana teknologi digunakan untuk mempromosikan pemikiran dan pembelajaran di seluruh bidang pelajaran dan dalam kehidupan.

Referensi

Dreessen, K., & Schepers, S. (2019). Foregrounding backstage activities for engaging children in a FabLab for STEM education. International Journal of Child-Computer Interaction. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2212868918301028

Machuve, J., & Mkenda, E. (2019). Promoting STEM Education Through Sustainable Manufacturing: Case Study of Photovoltaic Toys. Procedia Manufacturing. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2351978919305736

Ng, C. H., & Adnan, M. (2018). Integrating STEM education through Project-Based Inquiry Learning (PIL) in topic space among year one pupils. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 296(1). https://doi.org/10.1088/1757-899X/296/1/012020

Pimthong, P., & Williams, J. (2018). Preservice teachers’ understanding of STEM education. In Kasetsart Journal of Social Sciences. Elsevier. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2452315118300766

Sergis, S., Sampson, D. G., Rodríguez-Triana, M. J., & … (2019). Using educational data from teaching and learning to inform teachers’ reflective educational design in inquiry-based STEM education. Computers in Human Behavior Journal. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0747563217306945

Thibaut, L., Knipprath, H., Dehaene, W., & … (2018). The influence of teachers’attitudes and school context oninstructional practices in integrated STEM education. … and Teacher Education. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0742051X17310235

 

 

Suwarno, S.Si., M.Pd.