Prof. Dr. Sasmoko, M.Pd

sasmoko@binus.edu

 

Dunia sudah berubah, berbagai organisasi sudah berubah, manusia ikut berubah. Apakah kita sudah mempersiapkan diri untuk berubah?

Pembahasan yang menarik seputar generasi saat ini adalah adanya pembagian generasi dengan berbagai karakteristik yang dimiliki. Salah satu generasi yang cukup mendapat sorotan dalam dunia praktisi maupun penelitian adalah generasi Baby Boomer. Baby boomer merupakan kelompok generasi yang lahir antara tahun 1945 sampai 1964. Generasi ini dianggap sebagai generasi yang matang karena telah melalui berbagai perubahan dan kaya akan pengalaman di sepanjang hidupnya. Namun demikian Chao pada tahun 2005 menggambarkan generasi boomer sebagai generasi yang individualistis, dan seringkali menyebabkan beberapa permasalahan social. Generasi boomer sangat aktif dalam mengambil kesempatan untuk memperoleh promosi di dunia kerja. Hal ini dikarenakan boomer mengalami pergeseran dari budaya tradisional ke perubahan dunia kerja yang milenial.

Raths dan Loomis mengungkapkan bahwa generasi Baby boomers cenderung bekerja keras dan menunjukkan loyalitas yang lebih tinggi. Mereka lebih rajin dalam bekerja dan cenderung memilih lingkungan kerja yang stabil. Baby boomer bersedia dan mengharapkan bekerja dengan orang lain dan cenderung menerima rantai perintah. Mereka mengharapkan pimpinan memberi arahan untuk mencapai tujuan organisasi. Dan ciri utama lainnya adalah bahwa baby boomers cenderung kurang cakap berteknologi dan kurang menyukai perubahan (Raths 1999; Loomis, 2000).

Huichun Yu dan Peter Miller pada tahun 2005 memaparkan tiga karakteristik kerja generasi Baby Boomer. Work Values, ditandai dengan ciri ciri bekerja keras, loyal terhadap pimpinan, mampu bekerjasama dengan baik, patuh pada rantai komando, memiliki keinginan untuk me-manage, dan tertantang melakukan hal teknis. Work Attitudes, kesetiaannya pada pekerjaan membuat generasi ini lebih mudah memperoleh promosi, generasi ini juga mementingkan keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga (work life balance) sehingga generasi ini terlihat lebih steady meskipun cenderung formal. Mereka juga memiliki komitmen yang tinggi. Work expectation, kinerja yang mereka upayakan membuat generasi ini cukup mementingkan reward dan keamanan kerja. Generasi ini juga cenderung liberal dan sangat kompetitif. Meskipun promosi dilalui setahap demi setahap, mereka akan berusaha untuk memperoleh otoritas.

Di dalam dunia kerja, Baby boomer masuk sebagai golongan yang antri di barisan depan untuk segera memperoleh jatah pensiun. Namun demikian ada beberapa karakteristik pekerjaan yang karakteristiknya justru terpenuhi oleh generasi boomer, sehingga generasi ini perlu tetap dipertahankan di perusahaan.

“Yang menjadi pertanyaan penting adalah dengan kondisi dunia yang sudah dan terus berubah disertai dengan kecepatan inovasi teknologi, sanggupkah generasi Boomer bertahan dan menyesuaikan diri atas perubahan ini? Atau justru generasi ini akan bermasalah dengan dirinya sendiri atau dengan komunitasnya karena proses adaptasi ke dunia milenial yang tidak mudah?”

Penggunaan media. Masa-masa boomer masih cenderung mengolah informasi melalui surat kabar, berita TV dan berbagai masalah lainnya. Boomer memiliki kendala dalam penggunaan internet dan media teknologi lainnya. Kendala ini menjadikan generasi senior sering dianggap lambat dan konvensional dalam memanfaatkan teknologi karena mereka cenderung lebih nyaman dengan bertatap muka daripada memanfaatkan kecepatan teknologi dalam berkomunikasi. Seiring dengan adaptasi perusahaan terhadap perubahan dunia yang cenderung popular dengan segala sesuatu yang bersifat instan, maka generasi boomer yang kurang adaptif akan tergerus oleh pesatnya perkembangan teknologi. Hal ini akan berdampak bagi kemapanan karirnya dan kemajuan perusahaan.

Senioritas. Sebagai generasi yang sudah banyak makan asam garam dunia, menjadikan generasi boomer lebih bijak dalam relasi interpersonal. namun demikian senioritas sangat penting bagi mereka. Kebutuhan akan penghargaan menjadikan mereka tidak suka diremehkan. Dengan kondisi saat ini dimana perusahaan lebih banyak melihat kompetensi dibandingkan senioritas, maka kondisi ini dapat menjadi salah satu boomerang bagi boomer. Senioritas seringkali identik dengan birokrasi dan birokrasi sudah tidak mampu menjawab kebutuhan perusahaan masa kini yang harus menjawab tantangan secara cepat, praktis dan professional.

 

Manual based. Pengalaman masa lalu dan periode lahir yang memang belum banyak terimpartasi teknologi, membuat boomer cenderung merasa nyaman dengan berbagai hal yang masih manual. Dalam industri masa kini yang mengedepankan konsep efisien dan ramah lingkungan, maka kenyamanan boomer atas konsep manual menjadi tidak relevan.

Disinilah letaknya, setiap kemajuan dan perkembangan pada akhirnya membutuhkan adaptasi (readiness to change). Konsep ini adalah konsep multidimensi. Holt dkk menganalogikan konsep ini dengan kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan sehingga tetap produktif, efektif dan komitmen untuk meraih sebuah tujuan. Kemampuan ini pada akhirnya akan memberikan hasil yang positif bagi pertumbuhan pribadi boomer dalam menghadapi perubahan di lingkungannya.

Adbel-Ghany menyebutkan bahwa “keunggulan kompetitif ditandai dengan kemampuan dalam menghadapi perubahan”.