People Innovation Excellence
 

Neuroresearch sebagai Metode Penelitian Baru

Prof. Dr. Sasmoko, M.Pd

Sasmoko@binus.edu

 

Sebagian besar penelitian sosial dilakukan untuk melihat berbagai fenomena khusus yang belum pernah terjadi sebelumnya kemudian ditarik ke dalam praxis konseptual (Banuri, Eckel, & Wilson, 2012; Barbour, 2001; Hanson & Grimmer, 2007). Penelitian sosial seperti itulah kemudian menjadi menarik dan kompleks, apalagi jika peneliti tidak dipenjara oleh sekedar fokus kepada hubungan antar variabel, dan juga tidak sekedar fokus hubungan antara independent variable dengan dependent variable. Tetapi lebih dari itu, peneliti memaknai anatomi variabel secara mendalam melalui kajian penelitian terdahulu yang dikontekstualisasi ke populasi tertentu yang disebut dengan construct theoretical.

Construct theoretical suatu variabel pada dasarnya mengandung definisi konseptual yang kontekstual, dimensi dan indikator sebagai tanda-tanda atau ciri-ciri dari variabel itu sendiri yang oleh metodologi penelitian disebut dengan exogenous variable (Fee, 2011; Kline, 2015). Melalui construct theoretical inilah sifat hubungan antar variabel dimaknai lebih dalam. Demikian juga halnya dengan hubungan antara independent variable dengan dependent variable tidak sekedar dimaknai menghubungkan sederetan skor dari independent variable dengan sederetan skor dependent variable. Tetapi hubungan antara independent variable dengan dependent variable seharusnya dimaknai dengan kecenderungan atau kondisi secara empirik dari masing-masing variabel tersebut. Maksud kecenderungan variabel adalah fakta empiris di populasi berdasarkan data di sampel penelitian. Karena kompleksnya dalam proses eksplorasi setiap variabel penelitian, maka diperlukan pendekatan penelitian kualitatif melalui content analysis sebagai bagian dari metode penelitian kualitatif yang disebut juga dengan penelitian eksploratori. Konsep inilah yang mendasari perlunya sebuah metode penelitian berparadigma baru yang disebut dengan metode Neuroresearch.

Neuroresearch sendiri merupakan sebuah istilah yang berupaya menggambarkan saling kait mengkait dan kompleks suatu penelitian yang tidak sekedar melalui metode penelitian kualitatif-kuantitatif yang sering disebut mixed-methods, tetapi lebih dari itu yaitu melalui penelitian “kualitatif-kuantitatif-kualitatif” yang pola ini kemudian disebut dengan Neuroresearch. Perbedaan inilah merupakan alternatif lain di samping mixed-method yang telah berkembang selama ini (Driscoll, Salib, & Rupert, 2007; Jick & Jick, 2008; Johnson & Onwuegbuzie, 2004; Onwuegbuzie & Collins, 2007; Sechrest & Sidani, 1995).

Sumber Bacaan

Banuri, S., Eckel, C. C., & Wilson, R. K. (2012). Deconstructing Nepotism. SSRN Electronic Journal, 0–48. https://doi.org/10.2139/ssrn.2248187

Barbour, R. S. (2001). Checklists for improving rigour in qualitative research: a case of the tail wagging the dog? BMJ (Clinical Research Ed.), 322(7294), 1115–1117. https://doi.org/10.1136/bmj.322.7294.1115

Driscoll, D. L., Salib, P., & Rupert, D. J. (2007). Merging Qualitative and Quantitative Data in Mixed Methods Research : How To and Why Not. Ecological and Environmental Anthropology, 3(1), 18–28.

Fee, G. D. (2011). Eksegesis Perjanjian Baru. Malang: Literature SAAT.

Hanson, D., & Grimmer, M. (2007). The mix of qualitative and quantitative research in major marketing journals, 1993-2002. European Journal of Marketing, 41, 58–70. https://doi.org/10.1108/03090560710718111

Jick, T. D., & Jick, T. D. (2008). Mixing Qualitative and Quantitative Methods : Triangulation in Action Mixing Qualitative and Quantitative Methods : Triangulation in Action *. Administrative Science Quarterly, 24(4), 602–611.

Johnson, R. B., & Onwuegbuzie, A. (2004). Mixed Methods Research: A Research Paradigm Whose Time Has Come. Educational Researcher, 33(14), 14–26. https://doi.org/10.3102/0013189X033007014

Kline, R. B. (2015). Principles and practice of structural equation modeling. Guilford publications.

Onwuegbuzie, A. J., & Collins, K. M. T. (2007). A Typology of Mixed Methods Sampling Designs in Social Science Research, 12(2), 281–316.

Sechrest, L., & Sidani, S. (1995). Quantitative and qualitative methods:. Is There an Alternative? Evaluation and Program Planning, 18(1), 77–87. https://doi.org/10.1016/0149-7189(94)00051-X


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close